Kode yang rapi bukan soal gaya-gayaan. Kode yang rapi lebih mudah dibaca, lebih mudah diperiksa tentor, dan yang paling penting, lebih mudah kamu perbaiki sendiri saat ada yang salah. Berikut lima kebiasaan kecil yang dampaknya besar.
1. Indentasi yang konsisten
Setiap kali masuk ke dalam blok kurung kurawal, geser ke kanan satu tingkat.
Dengan begitu, kamu bisa melihat sekilas bagian mana yang ada di dalam if dan
mana yang di dalam perulangan.
for (i = 0; i < n; i++) { if (nilai[i] > 70) { lulus++; }}Bandingkan kalau semuanya ditulis rata kiri. Mencari kurung yang lupa ditutup jadi jauh lebih sulit.
2. Nama variabel yang menjelaskan isinya
jumlahMahasiswa lebih jelas daripada jm, apalagi x. Nama yang jelas membuat
kode bisa dibaca seperti kalimat, dan kamu tidak perlu mengingat-ingat arti
setiap singkatan. Pengecualiannya adalah variabel penghitung perulangan seperti
i dan j, yang memang sudah umum dipakai.
3. Beri nilai awal pada variabel
Di C, variabel yang dibuat di dalam fungsi tanpa nilai awal isinya acak, bukan nol.
int total; // isinya tidak bisa ditebakint total = 0; // amanLupa memberi nilai awal adalah salah satu penyebab paling umum hasil penjumlahan yang tiba-tiba aneh.
4. Komentar untuk menjelaskan "kenapa"
Kode sudah menunjukkan apa yang dilakukan. Komentar paling berguna saat menjelaskan kenapa kamu melakukannya:
// dikali 1.0 supaya hasilnya pecahan, bukan pembagian bulatdouble rata = total * 1.0 / n;5. Biarkan compiler membantumu
Nyalakan -Wall supaya compiler memperingatkan hal-hal yang mencurigakan,
misalnya variabel yang dibuat tapi tidak pernah dipakai. Di Dev-C++, buka
Tools → Compiler Options, centang Add the following commands when calling
the compiler, lalu isi dengan -Wall.
Anggap setiap warning sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, bukan tulisan yang boleh diabaikan.
