Kata "algoritma" sering terdengar rumit, seolah hanya dipahami ilmuwan komputer. Padahal kamu sudah menjalankan algoritma setiap hari, jauh sebelum belajar pemrograman.
Algoritma adalah langkah-langkah
Algoritma adalah urutan langkah yang jelas untuk menyelesaikan suatu masalah. Syaratnya sederhana: setiap langkah harus jelas, urutannya tepat, dan langkah-langkah itu harus berakhir.
Resep memasak mi instan adalah contoh algoritma:
- Rebus air sampai mendidih.
- Masukkan mi, tunggu tiga menit.
- Tiriskan, lalu campur dengan bumbu.
- Sajikan.
Kalau urutannya ditukar, misalnya bumbu dicampur sebelum air mendidih, hasilnya berantakan. Begitu juga dengan program.
Dari mana namanya?
Kata "algoritma" berasal dari nama Al-Khwarizmi, matematikawan Persia abad ke-9. Tulisannya tentang cara berhitung dengan angka memperkenalkan sistem bilangan yang kita pakai sekarang ke dunia Barat, dan namanya lama-lama berubah menjadi istilah untuk langkah-langkah penyelesaian masalah.
Satu masalah, banyak algoritma
Untuk satu masalah, biasanya ada lebih dari satu algoritma. Misalnya mencari nama "Rena" di daftar hadir yang tidak berurutan:
- Cara pertama: baca nama satu per satu dari atas sampai ketemu.
- Cara kedua: kalau daftarnya sudah urut abjad, buka bagian tengah, lihat apakah "Rena" ada di sebelum atau sesudahnya, lalu ulangi pada separuh yang tersisa.
Cara kedua jauh lebih cepat untuk daftar yang panjang, tapi hanya bisa dipakai kalau daftarnya sudah terurut. Memilih algoritma yang tepat untuk situasi yang tepat adalah salah satu keterampilan terpenting seorang programmer.
Algoritma dan program
Algoritma adalah ide langkah-langkahnya. Program adalah algoritma yang ditulis dalam bahasa yang dimengerti komputer, seperti C. Itu sebabnya belajar memrogram sebenarnya adalah belajar dua hal: menyusun langkah yang benar, lalu menuliskannya dengan tepat.
